Setelah libur Lebaran, anak biasanya akan mulai merasa cemas karena akan tiba kembali waktunya sekolah dan rutinitas lainnya. Bagaimana cara mempersiapkan hal ini?
Kondisi ini kerap dikenal sebagai blues pasca-liburan atau sindrom pasca-liburanBunda. Ciri utamanya adalah rasa sedih atau kesepian saat liburan usai.
Saat libur Lebaran, biasanya anak akan diajak melakukan berbagai hal menyenangkan. Termasuk pergi ke tempat wisata, bertemu sanak saudara, serta bisa bermain sepanjang hari.
Ketika waktu liburan usai dan anak harus kembali melakukan rutinitas hariannya, termasuk sekolah, mereka pun jadi merasa tidak bersemangat.
Apa itu blues pasca-liburan?
Dikutip dari Sangat Baik Pikiran, blues pasca-liburan biasanya merujuk pada kecemasan dan kesedihan yang muncul setelah masa liburan. Hal ini umum terjadi dan sering membuat anak tidak suasana hati untuk kembali pada rutinitasnya.
Biasanya kondisi ini tidak berlangsung lama, kebanyakan anak akan kembali beradaptasi untuk menjalani aktivitas hariannya setelah beberapa waktu.
Tapi meskipun merasa kecewa, lelah, atau bahkan sedih setelah liburan adalah hal yang normal, penting untuk memperhatikan berapa lama perasaan tersebut berlangsung ya, Bunda.
Tanda dan gejala blues pasca-liburan
Kondisi ini yang kadang disebut sebagai sindrom pasca liburan ini juga menggambarkan bagaimana mental anak saat berusaha kembali ke rutinitas seperti biasa.
Beberapa tanda bahwa anak mengalami post-holiday blues setelah libur Lebaran antara lain:
1. Merasa ‘kosong’
Berbagai alasan, termasuk kelelahan, dapat menyebabkan munculnya perasaan ‘kosong’ ini, Bunda.
Alasannya, musim liburan adalah waktu yang sangat padat. Setelah libur Lebaran dengan mudik, bepergian, dan bertemu banyak orang, anak rentan merasa sedih saat waktu ini usai.
2. Perubahan pola tidur
Saat liburan, tidak sedikit orang tua yang melonggarkan jam tidur anak, membiarkan anak begadang karena tidak perlu sekolah esok paginya. Hal ini dapat membuat anak kesulitan tidur lebih awal dan bangun pagi.
3. Tampak kelelahan
Dilansir Keluarga New Yorkanak yang mengalami depresi pasca liburan dapat ditandai dengan adanya perasaan lelah dan lesu sepanjang hari, meskipun istirahatnya cukup.
4. Sulit berkonsentrasi
Sulit berkonsentrasi saat belajar atau bahkan hingga mengalami penurunan prestasi di sekolah dapat dipicu oleh blues pasca liburan.
5. Tidak bersemangat saat beraktivitas
Gejala blues pasca-liburan berikutnya adalah tidak bersemangat saat beraktivitas. Anak-anak bisa tidak bersemangat saat melakukan kembali aktivitas hariannya karena merasa kegiatannya sangat membebani.
Faktor risiko blues pasca liburan
Blues pasca liburan atau sindrom pasca liburan dapat dipicu oleh berbagai faktor risiko, beberapa di antaranya adalah adanya rasa kehilangan atau kesepian ketika berpisah dengan saudara atau orang-orang terdekat.
Selain itu, blues pasca liburan dapat dipicu oleh adanya penurunan tingkat stimulasi dan kegembiraan, kurangnya kontak sosial secara umum, serta adanya perasaan takut untuk kembali ke rutinitas normal.
Tips mempersiapkan anak kembali sekolah setelah libur
Dikutip dari laman Kemenkes RI, blues pasca liburan merupakan reaksi yang wajar sebagai akibat dari peralihan dari suasana santai saat liburan ke kegiatan sehari-hari.
Ada beberapa tips mempersiapkan anak kembali ke sekolah setelah libur, Bunda:
1. Kembali ke rutinitas secara bertahap
Beri kesempatan pada anak untuk beradaptasi setelah liburan. Hindari memaksakan anak untuk langsung belajar banyak.
Jika memungkinkan, sisihkan satu atau dua hari libur sebelum kembali untuk beradaptasi dengan aktivitas belajar. Manfaatkan masa ini untuk beristirahat, menyusun jadwal, dan mempersiapkan mental Si Kecil.
2. Atur pola tidur dan makan
Selama masa liburan, seringkali pola tidur dan makan anak mengalami perubahan. Secara bertahap, kembalikan kebiasaan sehat anak dengan tidur yang cukup dan menyantap makanan bergizi.
3. Rencanakan hal menyenangkan setelah liburan
Sebelum berlibur, Bunda dapat merencanakan kegiatan menyenangkan untuk dilakukan setelah liburan usai, misalnya makan bersama atau menghabiskan waktu bersama di taman.
Hal ini dapat membuat anak memahami bahwa tetap akan ada kesenangan baru meskipun liburan berakhir.
4. Lakukan aktivitas fisik
Beri anak sedikit kelonggaran dan biarkan ia bebas bermain sebelum mulai sibuk dengan berbagai kegiatan sekolah. Kegiatan fisik seperti olahraga, berenang, atau bersepeda juga terbukti membantu mengatasi perasaan cemas dan depresi.
Pergi ke taman atau tempat bernuansa alam lainnya juga dapat meningkatkan rasa kesejahteraan.
Rencanakan hal-hal kecil yang menggembirakan, seperti berkumpul dengan teman di akhir pekan atau merencanakan liburan berikutnya. Ini dapat memberikan motivasi bagi anak untuk kembali menjalani aktivitas di sekolah.
5. Fokus pada hal-hal yang dapat disyukuri
Latih anak untuk bersyukur atas pengalaman menyenangkan saat liburan, lalu seimbangkan dengan perlunya kembali ke rutinitas yang menawarkan peluang baru.
Jangan lupa ajak anak mengobrol juga ya, Bunda. Mendengarkan dan menyampaikan empati dan validasi atas apa yang dirasakan anak dapat berdampak signifikan pada ketahanan emosionalnya.
Demikian ulasan tentang tips mempersiapkan anak kembali sekolah setelah libur Lebaran. Semoga bermanfaat ya, Bunda!
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.