Saat hamil, banyak Bunda mengalami keluhan seperti mual, muntah, perut terasa penuh, hingga asam lambung naik. Kondisi ini memang umum terjadi, terutama pada trimester pertama. Untuk membantu meredakan gejala tersebut, dokter terkadang meresepkan obat bernama domperidone.
Namun, masih banyak ibu hamil yang bertanya-tanya, apakah domperidone aman untuk dikonsumsi saat hamil? Yuk, kenali lebih jauh manfaat, dosis, efek samping pada ibu hamil berikut ini, Bunda.
Apa itu domperidon?
Domperidone adalah obat yang digunakan untuk membantu mengatasi mual, muntah, gangguan lambung, hingga rasa begah akibat lambung yang bekerja lebih lambat. Obat ini bekerja dengan membantu mempercepat pengosongan lambung sehingga makanan tidak terlalu lama tertahan di dalam perut.
IKLAN
GULIR UNTUK MELANJUTKAN ISI
Selain itu, domperidone juga membantu memblokir sinyal mual menuju otak sehingga keluhan mual dan muntah bisa berkurang. Biasanya, dokter memberikan domperidone untuk:
- Mual dan muntah,
- Gangguan pencernaan,
- Perut kembung atau begah,
- Refluks asam lambung (GERD),
- Gangguan pengosongan lambung.
Menurut NHS UK, domperidone biasanya mulai bekerja dalam waktu 30–60 menit dan umumnya digunakan hanya untuk jangka pendek.
Apakah domperidone aman untuk ibu hamil?
Penggunaan domperidone saat hamil sebaiknya tidak dilakukan sembarangan dan harus berdasarkan anjuran dokter.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penggunaan domperidone pada awal kehamilan tidak berkaitan dengan peningkatan signifikan risiko cacat lahir mayor pada bayi. Namun, secara medis, domperidone termasuk kategori C untuk kehamilan. Artinya, penelitian pada hewan menunjukkan adanya kemungkinan risiko terhadap janin, tetapi belum ada penelitian terkontrol yang cukup pada manusia.
Meski demikian, beberapa penelitian terbaru menunjukkan hasil yang cukup menenangkan. Sebuah studi besar yang dipublikasikan di PubMed meneliti hampir 14 ribu kehamilan yang terpapar domperidone. Hasilnya menunjukkan bahwa penggunaan domperidone pada trimester pertama tidak meningkatkan risiko cacat lahir mayor secara signifikan dibanding kelompok yang tidak menggunakan obat tersebut.
Penelitian observasional lain di Jepang juga menemukan bahwa penggunaan domperidone selama awal kehamilan tidak berkaitan dengan peningkatan risiko kelainan bawaan pada bayi. Menurut NHS UK tentang domperidone saat hamil dan menyusui, domperidone dapat digunakan selama kehamilan apabila obat anti mual lain tidak bekerja dengan baik.
Bukan hanya itu, studi dari Prancis, yang diterbitkan dalam jurnal Keamanan Narkoba tahun 2021 menganalisis lebih dari 13.000 kehamilan dengan paparan domperidone. Peneliti menemukan bahwa tidak ada peningkatan signifikan risiko cacat lahir. Hasil kehamilan relatif serupa dengan kelompok yang tidak menggunakan domperidone, dan sebagian besar penggunaan terjadi pada trimester pertama.
Penelitian lain di Jepang membandingkan ibu hamil pengguna domperidone dengan kelompok kontrol. Hasilnya menunjukkan tidak ada peningkatan risiko malformasi bawaan mayor pada bayi.
Meski hasil penelitian cukup baik, dokter tetap biasanya memberikan obat ini dalam dosis rendah dan jangka waktu singkat untuk meminimalkan risiko efek samping. Beberapa penelitian menemukan bahwa domperidone dosis tinggi dapat meningkatkan risiko gangguan irama jantung pada sebagian orang, terutama yang memiliki riwayat penyakit jantung atau menggunakan obat tertentu.
Meski begitu, data penelitian pada manusia masih terbatas sehingga dokter biasanya akan mempertimbangkan manfaat dan risiko sebelum meresepkannya. Karena itu, Bunda tidak disarankan mengonsumsi domperidone tanpa konsultasi medis terlebih dahulu. Penggunaan domperidone tetap harus dalam pengawasan dokter.
Manfaat domperidone untuk ibu hamil
Domperidone merupakan obat yang dapat membantu meredakan gangguan pencernaan tertentu pada ibu hamil, terutama bila keluhan mual dan muntah cukup berat dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Obat ini bekerja dengan mempercepat pengosongan lambung dan membantu mengurangi rasa mual.
Berikut beberapa manfaat domperidone untuk ibu hamil:
1. Membantu mengurangi mual dan muntah
Domperidone paling sering digunakan untuk membantu meredakan mual dan muntah saat hamil, terutama jika keluhan tidak membaik dengan perubahan pola makan atau pengobatan lain. Obat ini membantu memblokir sinyal mual ke otak sehingga rasa ingin muntah dapat berkurang.
2. Mengatasi perut begah dan kembung
Saat hamil, perubahan hormon dapat membuat kerja lambung melambat sehingga perut terasa penuh, begah, atau kembung. Domperidone membantu mempercepat pergerakan makanan di lambung sehingga rasa tidak nyaman dapat berkurang.
3. Membantu mengurangi asam lambung naik
Sebagian ibu hamil mengalami refluks asam lambung atau GERD yang menyebabkan dada terasa panas dan mual. Dengan membantu pengosongan lambung lebih cepat, domperidone dapat membantu mengurangi gejala asam lambung naik.
4. Membantu ibu lebih nyaman makan
Mual berlebihan saat hamil dapat membuat nafsu makan menurun. Setelah mual berkurang, ibu hamil biasanya menjadi lebih nyaman untuk makan dan memenuhi kebutuhan nutrisi selama kehamilan.
5. Digunakan dalam kondisi hyperemesis gravidarum tertentu
Pada beberapa kasus mual muntah berat atau hyperemesis gravidarum, dokter dapat mempertimbangkan penggunaan domperidone bila terapi lain kurang efektif. Namun penggunaannya tetap harus dalam pengawasan ketat dokter.
Menurut NHS Inggrisdomperidone dapat digunakan selama kehamilan apabila obat anti mual lain tidak bekerja dengan baik, tetapi tetap harus berdasarkan anjuran dokter.
Dosis domperidone untuk ibu hamil
Dosis domperidone harus sesuai dengan resep dokter. Secara umum, dosis dewasa yang sering digunakan adalah 10 mg sebanyak 3 kali sehari, diminum sekitar 15–30 menit sebelum makan. Namun, ibu hamil tidak boleh menentukan dosis sendiri karena kondisi tiap kehamilan berbeda.
Cara penggunaan domperidone yang benar
Agar obat bekerja optimal, berikut cara penggunaan yang perlu diperhatikan:
- Minum sesuai anjuran dokter,
- Konsumsi sebelum makan,
- Jangan menambah dosis tanpa konsultasi,
- Hindari penggunaan jangka panjang,
Beri tahu dokter jika memiliki riwayat gangguan jantung atau sedang mengonsumsi obat lain.
Efek samping domperidone
Seperti obat lainnya, domperidone juga bisa menimbulkan efek samping, seperti:
- Mulut terasa kering,
- Sakit kepala,
- Pusing,
- Kram perut,
- Diare
Pada kasus yang jarang, obat ini dapat memengaruhi irama jantung. Karena itu, segera periksa ke dokter jika Bunda mengalami:
- Jantung berdebar kencang,
- Sesak napas,
- Pingsan,
- Muntah berat terus-menerus.
Tips mengatasi mual saat hamil selain obat
Selain obat dari dokter, Bunda juga bisa mencoba beberapa cara alami untuk membantu mengurangi mual selama kehamilan:
- Makan lebih sedikit tapi lebih sering,
- Hindari makanan terlalu berminyak dan pedas,
- Minum air sedikit demi sedikit,
- Konsumsi jahe hangat,
- Istirahat cukup,
- Hindari aroma yang memicu mual.
Demikian penjelasan mengenai domperidone untuk ibu hamil. Semoga kehamilan Bunda selalu diberi kesehatan, kelancaran, dan kebahagiaan hingga hari persalinan tiba.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di DI SINI. Bebas!
(pri/pri)
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.