Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas di Hambalang, Bogor, Jawa Barat pada Sabtu (2/5). Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan rapat tersebut juga membahas soal aspirasi buruh.
Selain itu, rapat juga membahas peran perguruan tinggi untuk memanfaatkan fakultas teknik demi membangun daerah masing-masing.
“Beberapa poin utama yang dibahas meliputi penyampaian aspirasi dari serikat pekerja seluruh daerah di tanah air,” demikian penjelasan Sekretariat Kabinet dalam akun Instagram, Minggu (3/5).
Belum ada penjelasan lebih detail apa saja masukan buruh yang dibahas dalam rapat. Meski demikian, dalam pidato Hari Buruh pada Jumat (1/5), Prabowo mengumumkan sejumlah hal.
Beberapa yang diumumkan antara lain Peraturan Presiden untuk memangkas potongan aplikator ojok online, menjanjikan kredit kepemilikan rumah (KPR) bertenor 40 tahun untuk pekerja, hingga merampungkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketenagakerjaan.
Presiden Prabowo Subianto menyapa para pekerja dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Monumen Nasional, Jakarta, Jumat (1/5/2026) (Dok. BPJS Kesehatan)
Rapat kemarin juga membahas pertahanan, keamanan, pendidikan, hingga hilirisasi. Hal terkait pendidikan yang dibahas terutama dalam kaitannya dengan Hari Pendidikan Nasional.
Sedangkan pembahasan hilirisasi terkait dengan penguatan kepada kepentingan masyarakat. “Serta aspek pertahanan dan keamanan dalam menjaga stabilitas negara di tengah dinamika geopolitik global,” demikian keterangan akun Instagram Presiden Republik Indonesia, Minggu (3/5).
Rapat kemarin dihadiri Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Luar Negeri Sugiono, Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal Agus Subiyanto, dan Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo. Selain itu, ada pula Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal (TNI) Maruli Simanjuntak, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal (TNI) Tonny Harjono, hingga Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana (TNI) Muhammad Ali.
Nama lain yang hadir adalah Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Muhammad Herindra, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, hingga Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.