Ungkapan “Tolong” dan “Terima kasih” lebih dari sekadar kata ajaib yang diajarkan sejak dini. Orang yang sering mengatakan dua kata tersebut ternyata menunjukkan beberapa kepribadian tertentu.
Kebiasaan mengucapkan “Tolong” saat meminta bantuan dan “Terima kasih” setelah menerimanya menunjukkan sikap menghargai orang lain.
Sederhananya, dua ungkapan tersebut mencerminkan kemampuan seseorang dalam mengelola emosi sekaligus membangun hubungan sosial yang baik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir Parade, psikolog berlisensi di Amerika Serikat, Dr. Brittany McGeehan, Ph.D., menyebut “Tolong” dan “Terima kasih” sebagai bagian penting dari koneksi sosial. Ungkapan sederhana tersebut dapat menunjukkan rasa hormat, mempererat hubungan, serta membantu mencegah konflik.
Ciri-ciri kepribadian orang yang sering bilang “Tolong” dan “Terima kasih”
Jika sering mengatakan “Tolong” dan “Terima kasih”, mungkin Bunda memiliki beberapa ciri kepribadian berikut ini:
1. Tangguh
Dilansir Times of India, orang yang tetap mengucapkan kata “Tolong” dan “Terima kasih” sekalipun berada di situasi sulit, dikenal sebagai sosok yang tangguh.
Meski mengalami hari yang buruk, mereka tidak berubah dalam memperlakukan orang-orang di sekitarnya.
2. Mudah mengalah atau patuh
McGeehan menjelaskan bahwa orang yang sangat mempedulikan bagaimana ia dipandang orang lain sering kali hanya mengikuti keadaan.
Namun, kebiasaan tersebut membuat mereka sulit terbuka untuk menyampaikan keinginan dirinya sendiri atau bahkan mereka tidak tahu dengan keinginannya.
Mereka akan berusaha menjaga situasi agar tetap aman, nyaman, dan harmonis, daripada menunjukkan diri yang sebenarnya. Dampaknya, karena terlalu sering menyesuaikan diri, mereka akan kesulitan untuk mengetahui apa yang sebenarnya diinginkan.
3. Tanggung jawab internal yang tinggi
Orang yang sering mengatakan “Tolong” dan “Terima kasih” biasanya merasa bertanggung jawab untuk menjaga hubungan interpersonal mereka.
Beberapa orang merasa harus memastikan jika orang di sekitarnya tetap nyaman dan hubungan terus berjalan dengan baik tanpa adanya masalah.
4. Menghindari konflik
Kesopanan dengan mengucapkan kedua ungkapan tersebut merupakan upaya untuk menghindari perselisihan. Kata “Tolong” dan “Terima kasih” berfungsi sebagai alat atau mekanisme untuk mengurangi ketegangan di tengah konflik.
5. Empati yang tinggi
McGeehan juga menjelaskan bahwa orang-orang yang sering mengatakan dua kata tersebut biasanya memiliki kepekaan yang tinggi.
Mereka sering membayangkan bagaimana rasanya ketika diperlakukan dengan serupa. Hingga akhirnya, mereka sangat menghargai dan mengapresiasi sikap tersebut.
6. Kesadaran sosial tinggi
Jika seseorang mudah mengucapkan “Tolong” dan “Terima kasih”, mereka memiliki kesadaran sosial yang tinggi.
Mereka peka dan tahu bahwa perilakunya dapat memengaruhi orang lain. Selain itu, mereka dapat melihat bagaimana orang lain bergerak dan berinteraksi.
7. Terlatih dengan baik
Orang yang mengucapkan “Tolong” dan “Terima kasih” biasanya sudah terlatih sejak dini, Bunda.
Kemungkinan mereka dibesarkan di lingkungan yang mengutamakan sopan santun. Kebiasaan repetitif ketika kecil tersebut akan terbawa hingga dewasa dan akan muncul secara otomatis.
Nah, itulah beberapa ciri kepribadian orang yang selalu mengatakan “Tolong” dan “Terima kasih” menurut psikolog. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/fir)
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.