Salah satu tahap perkembangan anak yang dinantikan oleh banyak orang tua, yaitu merangkak. Namun, setiap anak memiliki waktunya sendiri untuk mencapai kemampuan ini.
Beberapa anak mulai merangkak pada usia 7 hingga 12 bulan, meski ada juga yang lebih cepat atau justru lebih lambat. Bahkan, sebagian bayi terlebih dulu melewati fase berguling sebelum benar-benar merangkak.
Pada usia sekitar 6 hingga 9 bulan, bayi biasanya mulai mencoba bergerak dengan tangan dan lutut di lantai. Ada juga yang masih melakukan “merangkak ala komando” dengan perut menyentuh lantai sekitar usia 9 bulan.
IKLAN
GULIR UNTUK MELANJUTKAN ISI
Karena tidak semua bayi langsung bisa merangkak, stimulasi dari orang tua dapat mendukung proses ini supaya perkembangan motoriknya semakin baik. Simak penjelasan selengkapnya, Bunda.
Ide stimulasi anak agar bisa merangkak
Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini telah dirangkum beberapa ide stimulasi yang bisa dilakukan agar Si Kecil lebih mudah belajar merangkak.
1. Rutin melakukan tummy time
Waktunya perut adalah posisi saat anak ditelungkupkan sebagai bagian dari aktivitas bermain. Posisi ini dapat menguatkan otot kepala, leher, punggung, hingga kaki yang dibutuhkan untuk belajar merangkak.
Bunda bisa melakukan waktu perut di berbagai tempat agar Si Kecil tidak mudah bosan, misalnya di atas matras di dalam rumah atau di atas selimut saat di luar ruangan. Sambil itu, Bunda juga bisa mengajak mereka berbicara atau bernyanyi.
Mengintip dari situs Kehamilan Kelahiran & Bayi, waktu perut sebenarnya bisa mulai dilakukan sejak bayi baru lahir dengan durasi singkat, lalu ditingkatkan secara bertahap sesuai usia dan kemampuannya.
Meski begitu, pastikan Bunda selalu mendampingi dan mengawasi Si Kecil selama melakukan stimulasi ini, ya.
2. Bermain di lantai bersama
Bermain menjadi salah satu cara anak belajar mengenal lingkungan sekitarnya, Bunda. Saat bermain bersama orang tua, mereka juga akan merasa lebih senang dan lebih terstimulasi.
Bunda bisa menambahkan gerakan saat bermain, seperti menggerakkan mainan ke kanan dan kiri di depan wajah anak. Aktivitas seperti membalik halaman buku bergambar juga bisa melatih kemampuan fisik dan koordinasi Si Kecil.
3. Ajak anak meraih mainan
Selanjutnya, Bunda bisa meletakkan mainan sedikit lebih tinggi dari lantai saat Si Kecil mulai belajar bergerak. Cara ini akan mendorong bayi untuk mengangkat kepala dan mencoba menopang tubuhnya.
Bunda juga dapat memberikan benda yang sengaja diletakkan sedikit di luar jangkauan. Hal ini bisa memicu Si Kecil untuk mencoba bergerak lebih aktif menuju mainannya.
Dikutip dari Anak Sehatsaat kemampuan motoriknya mulai berkembang, Bunda bisa membuat rintangan dari bantal atau sofa sebagai tantangan. Jangan lupa ikut bermain ya, misalnya sambil bermain “Cilukba” agar anak semakin semangat.
4. Orang tua mencontohkan gerakan “Push-Up”
Orang tua dapat berbaring di lantai bersama lalu memperlihatkan gerakan seperti push-up. Melalui stimulasi ini, Si Kecil akan melihat bagaimana tubuh bergerak saat ditopang oleh tangan.
Seiring waktu, anak akan mencoba meniru gerakan tersebut dengan caranya sendiri. Bunda juga bisa membantu dengan memberi dukungan di bagian dada agar ia lebih nyaman dan aman saat mencoba.
5. Latih anak bergerak di posisi tangan dan lutut
Jika Si Kecil sudah mulai mencoba merangkak, Bunda bisa mengajarinya bergerak maju dan mundur di posisi tangan dan lutut. Gerakan ini dapat membantu anak belajar menjaga keseimbangan tubuhnya.
Bunda juga bisa menambahkan stimulasi dengan musik berirama agar Si Kecil lebih tertarik mengikuti gerakan. Menyanyikan lagu seperti Roda di Bus bisa membuat stimulasi ini lebih menyenangkan.
6. Batasi penggunaan alat yang menahan gerak anak
Beberapa alat seperti kereta bayikursi makan, atau jok mobil memang membantu, tetapi jika terlalu sering digunakan bisa mengurangi kesempatan anak untuk bergerak bebas.
Pasalnya, alat tersebut membuat tubuh mereka lebih banyak disangga sehingga ototnya tidak banyak terlatih. Apabila dibiarkan terlalu lama, kondisi ini dapat menghambat perkembangan motorik Si Kecil.
Sebagai orang tua, kita perlu memberi lebih banyak waktu bagi anak bergerak di lantai secara bebas. Dengan begitu, otot-ototnya bisa berkembang dan mendukung kemampuan Si Kecil merangkak.
7. Ajak merangkak bersama
Bunda bisa menjadi contoh langsung dengan ikut merangkak di lantai bersama Si Kecil. Lewat cara ini, anak akan lebih mudah untuk meniru gerakan yang perlu ia lakukan.
Kegiatan ini juga bisa dijadikan bagian dari waktu bermain agar terasa lebih menyenangkan. Jika ada kakak di rumah, mereka juga bisa ikut diajak bermain bersama.
Itulah beberapa ide stimulasi anak agar bisa merangkak yang dapat Bunda lakukan di rumah. Semoga informasi ini membantu Bunda, ya.
Bagi Bunda yang mau membagikan soal mengasuh anak dan bisa dapat banyak memberi secara gratisyuk bergabung komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di DI SINI. Bebas!
(ndf/untuk)
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.